PENCAIRAN ES ANTARTIKA

Standar

Es Antartika Mencair Lebih Cepat dari Perkiraan PDF Cetak E-mail
Kamis, 26 Pebruari 2009

JENEWA — Pencairan daratan es di Antartika lebih cepat dan meliputi daerah yang lebih luas dari yang selama ini diperkirakan. Para ahli melaporkan, Rabu, pencairan daratan es mengancam kenaikan permukaan laut di seluruh dunia yang akan memaksa jutaan orang mengungsi dari dataran rendah.

Sebelumnya, para peneliti menganggap pencairan hanya terbatas di Semenanjung Antartika, sebuah dataran sempit yang mengarah ke Amerika Selatan. Namun, data satelit dan stasiun cuaca kini mengindikasikan pencairan tersebut lebih luas.

”Pencairan juga meluas ke selatan ke wilayah yang disebut Antartika barat,” kata Colin Summerhayes, direktur eksekutif lembaga penelitian Scientific Committee on Antarctic Research yang bermarkas di Inggris. ”Ini tak biasa dan tak diperkirakan,” katanya dalam wawancara kepada AP.

Pada akhir abad ini, percepatan pencairan ini akan membuat permukaan laut naik tiga hingga lima kaki (1-2 meter), level yang lebih tinggi dari yang diperkirakan para ahli dua tahun lalu.

Laporan yang dirilis di Jenewa, Swiss, ini merupakan kesimpulan riset dua tahun yang dilakukan para ahli dari 60 negara. Beberapa temuan mereka telah dilaporkan melalui rilis-rilis sebelumnya.

Di Washington, para peneliti top mengeluarkan peringatan serupa kepada Senat tentang meningkatnya temperatur Antartika. Kepala Panel Antarpemerintah tentang Pewrubahan Iklim (IPCC), sebuah kelompok ilmuwan yang dibentuk oleh PBB, mengatakan kepada Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senat AS bahwa bumi memiliki sekitar enam tahun lagi, dengan tingkat polusi CO2 saat ini, sebelum memasuki titik pemanasan global yang parah.

Selama ini, daratan di kutub selatan diperkirakan satu0satunya tempat di muka bumi yang tak mengalami fenomena perubahan iklim. Riset baru-baru ini mengindikasikan bahwa temperatur di sebagian besar wilayah antartika tetap sama.

Laporan yang dirilis Rabu disusun sebagai bagian dari Tahun Kutub Unternasional 2007-2008. Sepanjang dua tahun ini para ahli melakukan riset intensif di Artik dan Antartika, yang digelar selama dua musim panas Antartika. ap/arp/ism

Sumber: http://www.republika.co.id , Kamis, 26 Februari 2009 pukul 21:27:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s